Friday, 5 December 2008

Tangisan Sang Anak

Ayah………
Dalam lamunan senja yang gelap ini aku merindu…. Terbayang saat menebang hutan untuk ladang perkebunan… iktiar untuk berusaha untuk hidup kami anak-anak mu.. tetapi rindu telah tertanam dengan sedih.. karena sekarang ayah telah pergi meninggalkan kami… dari rantau terbayang kukenang waktu itu aku masih kecil… semangat hidup mu yang berapi merah ku ingat ayah memikul cangkul sembari tangan memegang pedang berjalan serapah dengan sungguh-sungguh kau lalui jalan berduri dipinggir jurang meski hewan liar dan berbatu terjal dan berlumut hijau merah.. tak kutanya waktu itu untuk siapa, tak kutanya untuk siapa ayahku berjuang… ayah…. Untung ruginya hidup tak pernah kucari…. Yatim diri tak pernah kubeli…. Kau tutup matamu kau palingkan wajahmu badan mu kering terbaring layu…. Dalam bungkusan kain putih kau sembunyikan tubuhmu. Mengapa kau hanya diam saat engkau didepan banyak orang yang sedang menyalatimu.. diantar orang yang beriring panjang. kini bumi yang berlubang untuk rumahmu tanah bulat untuk bantalmu… ku sadar ayah….. ternyata ayah ku tak ada lagi… sudah kutitik angan-angan ayah ku harus belajar seperti yang orang inginkan… laparnya hatiku tak terpuaskan kesedihan hati kepada siapa kukatakan…. Belum sempat kebahagiaan berbuah namun kini ayah telah pergi meninggalkan kami……….

No comments:

Post a Comment